Keputusan SoftBank menjual saham secara keseluruhan Nvidia menjadi salah satu berita paling mengejutkan di industri teknologi dan investasi global. Langkah ini bukan hanya menggemparkan pasar, tetapi juga menimbulkan banyak pertanyaan: Apa alasan di balik keputusan raksasa investasi asal Jepang ini? Apakah ini langkah strategis? Bagaimana dampaknya terhadap ekosistem AI dan pasar chip global?
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai latar belakang, alasan, data penjualan, serta analisis dampaknya terhadap SoftBank, Nvidia, dan sektor teknologi secara keseluruhan.
—
1. Latar Belakang Hubungan SoftBank dan Nvidia
SoftBank bukan nama baru dalam dunia investasi teknologi. Dikenal melalui Vision Fund-nya, SoftBank telah menanamkan modal di berbagai perusahaan besar seperti ARM, Uber, WeWork, ByteDance, dan banyak startup AI global.
Hubungan SoftBank dan Nvidia sendiri sudah lama terjalin. SoftBank pernah memiliki ARM — perusahaan desain chip yang strategis untuk Nvidia — sebelum akhirnya melepasnya ke pasar publik. Saat itu, Nvidia bahkan sempat berusaha mengakuisisi ARM, meski akhirnya gagal karena regulasi.
Kepemilikan saham SoftBank di Nvidia menunjukkan kepercayaan besar Masayoshi Son terhadap potensi perusahaan yang kini menjadi market leader dalam chip AI.
Karena itu, penjualan seluruh saham Nvidia ini menjadi sorotan tajam.
—
2. SoftBank Menjual Semua Saham Nvidia: Fakta Penjualan
Pada akhir 2025, SoftBank secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah menjual semua kepemilikan saham Nvidia.
Berikut fakta pentingnya:
* Jumlah saham yang dijual:
± 32,1 juta lembar saham Nvidia
* Nilai transaksi:
± US$ 5,83 miliar (sekitar Rp 97 triliun)
* Status kepemilikan:
➡️ SoftBank keluar 100% dari posisi saham Nvidia
➡️ Tidak menyisakan satu lembar pun
Ini bukan transaksi kecil. Penjualan saham sebesar ini jelas menciptakan efek gelombang besar pada pasar teknologi dan pasar modal global.
—
3. Alasan SoftBank Menjual Saham Nvidia
Meskipun Nvidia adalah perusahaan dengan pertumbuhan luar biasa — bahkan menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar — SoftBank memiliki alasan strategis untuk melepas seluruh kepemilikannya.
Berikut rangkuman alasan utama:
—
1) Strategi Reallocasi Modal (Monetisasi Aset)
SoftBank sedang melakukan konsolidasi keuangan besar-besaran dan memilih untuk:
Mengambil keuntungan dari kenaikan harga saham Nvidia yang sangat signifikan
Mengalihkan modal ke investasi lain yang dianggap lebih potensial dalam visi jangka panjang
Dengan kata lain: SoftBank melakukan profit-taking berskala jumbo.
—
2) Masayoshi Son Fokus pada “AI Super Strategy”
CEO SoftBank, Masayoshi Son, tengah menjalankan apa yang ia sebut sebagai:
“AI Super Strategy”
Strategi besar untuk mendominasi sektor AI global.
Kabarnya, sebagian besar dana penjualan saham Nvidia akan digunakan untuk:
Investasi besar ke sektor AI global
Pendanaan infrastruktur AI
Pembelian GPU skala masif
Dukungan terhadap proyek-proyek AI komersial besar
Investasi besar ke OpenAI dan ekosistem AI lainnya
Langkah ini memperlihatkan bahwa SoftBank tidak meninggalkan dunia AI — justru memperbesar taruhannya.
—
3) Masayoshi Son Mengatakan Penjualan Ini Membuatnya “Hampir Menangis”
Dalam wawancara publik, Son menyatakan bahwa ia merasa:
> “Seolah menangis” saat menjual saham Nvidia.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa penjualan tersebut bukan karena hilangnya kepercayaan terhadap Nvidia, tetapi karena kebutuhan strategi internal yang lebih besar.
Sebagai entrepreneur sekaligus investor visioner, Son melihat visi AI jangka panjang yang membutuhkan modal dalam jumlah sangat besar.
—
4) SoftBank Butuh Dana Segar untuk Proyek-Proyek Besar
Beberapa sumber melaporkan bahwa SoftBank sedang:
Membangun AI data center
Mengembangkan perusahaan raksasa AI baru
Mengincar investasi puluhan miliar dolar di OpenAI
Mengembangkan proyek teknologi robotik dan infrastruktur digital
Semua itu membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit.
—
4. Apakah SoftBank Kehilangan Keyakinan terhadap Nvidia?
Tidak.
Bukti utamanya:
Masayoshi Son secara terbuka mengakui bahwa Nvidia tetap menjadi perusahaan AI terbaik di dunia
Penjualan dilakukan sebagai langkah strategi keuangan, bukan penilaian negatif terhadap prospek Nvidia
Son sudah lama mengagumi kemampuan dan visi Jensen Huang (CEO Nvidia)
Justru, penjualan ini menunjukkan bahwa SoftBank melihat AI sebagai industri yang bahkan lebih besar dari sekadar chip.
—
5. Dampak Penjualan Ini Terhadap Nvidia
Banyak yang bertanya apakah keputusan SoftBank ini akan mengguncang Nvidia.
Jawabannya: tidak signifikan.
Alasannya:
Nvidia memiliki kapitalisasi pasar sangat besar
Permintaan GPU untuk AI sedang memuncak secara global
Banyak investor institusi lain yang terus masuk
Perusahaan-perusahaan AI seperti Google, Meta, Microsoft, xAI, dan OpenAI terus meningkatkan pembelian GPU Nvidia
Nvidia berada pada posisi “super-dominant” dalam industri chip AI, sehingga penjualan saham SoftBank tidak mengubah arah bisnis perusahaan.
—
6. Dampak Terhadap SoftBank
Bagi SoftBank, penjualan ini memberikan:
1) Likuiditas Besar
Dana puluhan miliar dolar akan memperkuat neraca keuangan perusahaan.
2) Modal untuk Ekspansi AI
SoftBank kini memiliki amunisi untuk:
Investasi infrastruktur AI
Ekspansi Vision Fund
Akuisisi perusahaan AI baru
Investasi pada model AI generatif kelas dunia
3) Strategi Diversifikasi Baru
Melepas Nvidia memungkinkan SoftBank fokus pada proyek AI internal yang lebih besar dan kontrol penuh.
—
7. Apakah Langkah Ini Akan Mengubah Peta Industri AI?
Ya — setidaknya dari sisi ekosistem investasi.
SoftBank kini memosisikan dirinya sebagai:
“Investor Super-Power di Industri AI Global”
Dengan dana besar yang dialihkan dari Nvidia:
Banyak startup AI akan mendapat pendanaan
Persaingan GPU, data center, dan model AI akan semakin ketat
SoftBank bisa menciptakan ekosistem AI tandingan OpenAI, Google, atau NVIDIA dalam jangka panjang
Ini adalah langkah berani dan visioner.
—
8. Kesimpulan
Penjualan seluruh saham Nvidia oleh SoftBank adalah keputusan bersejarah dengan tujuan yang jelas: mempersiapkan SoftBank menjadi pemain utama dalam revolusi AI global.
Ringkasan poin penting:
✔ SoftBank resmi menjual seluruh sahamnya di Nvidia
✔ Total nilai penjualan ± US$ 5,83 miliar
✔ Masayoshi Son mengaku penjualan ini “menyakitkan”
✔ Alasan utama: mengalihkan modal untuk strategi AI super besar
✔ Nvidia tetap kuat dan tidak terdampak signifikan
✔ SoftBank kini fokus membangun dominasi AI jangka panjang
Keputusan ini menunjukkan bahwa AI adalah medan perang industri terbesar saat ini, dan SoftBank memilih untuk terjun total ke dalamnya



