Riset Pasar Bisnis jika tidak dilakukan adalah Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan pemula ketika memulai bisnis adalah langsung memproduksi atau menjual sesuatu tanpa melakukan riset pasar terlebih dahulu. Padahal, riset pasar adalah kompas yang menentukan apakah bisnismu layak dijalankan, siapa yang akan membeli, berapa harganya, bagaimana kompetisinya, serta strategi apa yang paling efektif.
Artikel ini membahas cara melakukan riset pasar sederhana namun sangat efektif, khusus untuk pemula yang baru memulai bisnis modal kecil atau bahkan tanpa modal.
1. Kenapa Riset Pasar Itu Penting?
Bayangkan kamu menjual produk skincare, tetapi ternyata target audiensmu lebih membutuhkan produk perawatan rambut. Atau kamu membuat konten jualan sepatu, padahal orang-orang di daerahmu lebih tertarik dengan sandal premium.
Tanpa riset pasar, kamu akan:
– Menghabiskan waktu membuat produk yang tidak dibutuhkan
– Menggunakan strategi pemasaran yang salah
– Gagal menarik perhatian pelanggan
– Memiliki posisi kompetitif yang lemah
Dengan riset pasar, kamu bisa memastikan bisnis berjalan berdasarkan data, bukan asumsi.
2. Tentukan Target Audiens yang Paling Potensial
Sebelum terjun lebih jauh, kamu perlu menentukan siapa orang yang paling mungkin membeli produkmu.
Buat profil audiens (buyer persona):
✔ Usia (contoh: 18–35 tahun)
✔ Lokasi
✔ Pekerjaan
✔ Masalah yang mereka hadapi
✔ Produk yang mereka sukai
✔ Kebiasaan online (TikTok, Instagram, Google)
Dengan memahami karakter audiens, kamu bisa menulis konten, membuat produk, hingga menentukan harga yang tepat.
3. Gunakan Media Sosial untuk Melihat Kebutuhan Pasar
Media sosial adalah tempat terbaik untuk riset pasar gratis.
Cara riset di TikTok dan Instagram:
-
Ketik kata kunci seperti: “skincare murah”, “jasa desain logo”, “bisnis dropship”.
-
Lihat video dengan view tertinggi.
-
Catat komentar: apa masalah yang mereka bahas?
-
Lihat produk atau jasa apa yang paling laris.
Fakta: konten yang viral menandakan bahwa masalah atau kebutuhan tersebut sedang banyak dicari orang.
4. Analisis Kompetitor: Pelajari yang Sukses dan yang Gagal
Kompetitor adalah sumber informasi terbaik.
Cara menganalisis pesaing:
– Cari toko atau kreator sukses di niche yang sama
– Lihat konten mana yang paling banyak mendapat komentar
– Perhatikan cara mereka menjawab chat pelanggan
– Cek produk atau jasa mana yang paling banyak terjual
– Pelajari kelebihan dan kekurangannya (dari komentar pengguna)
Dari sini kamu bisa menemukan celah pasar yang belum mereka ambil.
5. Gunakan Google Trends untuk Melihat Popularitas Pasar
Google Trends adalah alat gratis dari Google yang membantu kamu melihat apakah niche bisnismu sedang naik atau turun.
Langkah sederhana:
-
Masuk Google Trends
-
Ketik kata kunci seperti “diet sehat”, “sepatu running”, “jasa desain grafis”
-
Lihat grafik naik atau turun
-
Cek wilayah mana yang paling banyak mencari
-
Cari istilah terkait yang sedang populer
Jika trend sedang naik, peluangmu jauh lebih besar untuk berkembang.
6. Lakukan Riset dengan Survei Sederhana
Riset tidak selalu harus rumit. Gunakan angket kecil melalui WhatsApp, Instagram Story, atau Google Form.
Contoh pertanyaan survei:
– Apa masalah terbesar yang kamu hadapi terkait [niche]?
– Berapa harga yang menurutmu cocok untuk produk ini?
– Pernah mencoba produk serupa? Apa kekurangannya?
– Fitur atau layanan apa yang paling diinginkan?
Survei kecil sering menghasilkan insight besar.
7. Validasi Pasar dengan Pre-Order atau Penawaran Awal
Ini langkah paling penting: pastikan ada yang mau bayar.
Banyak orang mengira idenya bagus, tetapi ketika ditawarkan, tidak ada yang beli.
Cara validasi cepat:
– Tawarkan pre-order ke teman atau komunitas
– Buka harga promo untuk 10 orang pertama
– Lihat apakah ada yang tertarik
– Ambil feedback dari pelanggan awal
Jika ada 3–5 orang yang membeli, itu tanda bahwa idemu layak dilanjutkan.
8. Susun Hasil Riset Menjadi Strategi Awal Bisnis
Setelah mengumpulkan data, rangkum dalam bentuk strategi:
Contoh strategi:
Target audiens: perempuan 18–30 tahun, aktif di TikTok
Masalah utama: ingin skincare aman, harga terjangkau
Kompetitor: banyak yang jual, tetapi jarang edukasi
Kelebihanmu: lebih banyak membuat konten edukasi
Strategi pemasaran: konten harian + review pelanggan
Rangkuman ini akan menjadi fondasi kuat untuk 30 hari pertama bisnismu.
Kesimpulan
Riset pasar adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan oleh pemula. Dengan riset sederhana menggunakan media sosial, Google Trends, kompetitor, dan survei kecil, kamu bisa membangun bisnis berdasarkan data yang kuat. Riset pasar bukan hal rumit—yang penting kamu melakukannya secara konsisten dan menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki strategi bisnismu.



